Terbongkar!!! Skenario Delegitimasi KPU gunakan People Power

POLITIKVIRAL.COM – Pilpres yang tinggal hitungan hari ini dikejutkan dengan dua kejadian besar. Pertama, terjadinya kecurangan pencoblosan di Malaysia dan kedua, adanya usaha peretasan (hacking) server KPU oleh  kubu 02.

Hal ini tentu saja menambah deretan panjang kasus hoaks dan kecurangan yang terjadi selama kampanye Pilpres 2019. Sesuai dugaan sebenarnya ini merupakan eksekusi puncak dari rencana panjang skenario delegitimasi KPU.

Hal ini dilakukan karena kubu 02 sudah tahu bahwa pilpres 2019 ini mereka akan kalah lagi seperti pilpres 2014 lalu. Mereka melakukan itu mendekati Pemilu karena KPU dan Bawaslu hanya memiliki sedikit waktu untuk mengungkap skenarionya sehingga skenarionya tak mungkin sempat dibongkar sebelum Pilpres tanggal 17 April nanti.

Asal tahu saja otak dari skenario ini adalah Amien Rais yang memberikan kode “People Power”  dan dibantu oleh Mustofa Nahrawardaya yang bekerja sama dengan seseorang yang memiliki akun media sosial bernama Opposite6890 sebagai eksekutor lapangan.

Rencana cerdas 02 dalam usaha delegitimasi KPU ini telah disusun dari tahun lalu, lihat saja daftar panjang lemparan berita-berita hoaks seperti kasus Ratna Sarumpaet, surat suara 7 kontainer, pengaturan (setting) KPU akan kemenangan 01, 31 juta DPT siluman, aplikasi sambhar Polri, keberpihakan Polri, dan banyak hoaks-hoaks kecil yang tak terhitung jumlahnya.

Kasus tercoblosnya surat suara di Selangor Malaysia juga merupakan bagian dari skenario kubu 02. Walau dikatakan di media surat suara tercoblos ke arah 01 namun hal tersebut merupakan skenario 02 karena ditemukan banyak sekali kejanggalan.

Kejanggalan itu dari pelaku pencoblosan, pelaku penggrebekan, keaslian dan keabsahan surat suara, keadaan penyimpanan surat suara hingga netralitas Panwaslu Malaysia yang dipertanyakan.

Belum selesai kejelasan kasus itu muncul lagi kasus baru mengenai adanya peretasan (hacking) yang terjadi pada server KPU oleh MCA dan Opposite6890 hal tersebut jelas terlihat dalam postingan salah satu akun twitter anggota tersebut : https://twitter.com/MirnaPS02/status/1116630309313794048

Dalam video yang disematkan di Twitter dijelaskan bahwa para MCA dan Opposite6890 telah memiliki daftar DPT seluruh warga Indonesia dan ikut mengawal jalannya perhitungan hasil Pilpres sekaligus mengatakan bahwa perlindungan server KPU lemah karena mudah ditembus.

Bukankah hal tersebut malah terlihat seperti mengacak-ngacak server KPU dan bukan mengawal karena mereka bisa masuk ke dalam server? Lagipula bisa saja gerombolan Opposite6890 dan MCA ini mengubah jumlah DPT dari dalam server?

Lalu untuk apa sebenarnya kubu 02 repot-repot bertindak bodoh dengan menyebar hoaks murahan hingga hoaks nasional ini apa gunanya? Semua itu tidak lain tidak bukan demi mengunci kemenangan 02 dalam Pilpres kali ini.

Belajar dari pengalaman tahun 2014 dimana mereka mengadu ke MK (Mahkamah Konstitusi) untuk membatalkan keputusan KPU dan mengadakan Pilpres ulang karena menurut mereka ada kecurangan dalam Pilpres 2014 namun sayangnya ditolak mentah-mentah oleh MK.

Mereka lalu merencanakan skenario untuk membuat framing dan penggiringan opini pada masyarakat agar tidak percaya pada kinerja KPU. Ketidakpercayaan masyarakat inilah yang disebut Amien Rais dengan “People Power” karena jika ini berhasil maka mereka tak perlu repot-repot menggunakan MK untuk membatalkan keputusan KPU cukup gunakan rakyat sebagai serangan.

Dan apabila Prabowo-Sandi kalah mereka bersama pendukungnya bisa menolak hasil perhitungan KPU dan membuat seolah-olah kemenangan 01 hasil dari kecurangan, sehingga hal itu bisa mengangkat Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden.

Kata-kata Amien Rais soal Tuhan dan Malaikat yang memilih Prabowo dan memberi tanda kekalahan Jokowi itu bukan karena dia gila atau berkhayal itu merupakan skenario agar masyarakat tidak mengira bahwa dia otak di balik semua ini.

Namun perlu diingat kata-kata terakhirnya mengenai “People Power” itu merupakan kata kunci akhir skenarionya yang menggunakan rakyat sebagai serangan pada hasil KPU bila mereka kalah.

Jangan lupa pula saat Mustofa Narahwardaya bekerjasama dengan Opposite6890 membuat isu aplikasi Sambhar milik Polri. Dirinya dengan gagah berani membongkar isu tersebut dan mengatakan bahwa kenal dan bekerjasama dengan Opposite6890.

Namun saat isu tersebut akan diangkat oleh tv nasional Mustofa memohon agar tidak diangkat.  Bukankah aneh bila isu sebesar itu tidak boleh diangkat ke media nasional?

Semua itu tidak lain dan tidak bukan demi lancarnya skenario delegitimasi KPU, framing masyarakat melalui media sosial untuk menolak percaya pada kinerja KPU dan semua itu dilakukan demi kedudukan di kursi RI nomor 1.

Jadi masihkan kalian masyarakat Indonesia percaya dengan isu-isu murahan mereka para pengkhianat bangsa yang rela mengadu domba sesama demi kursi presiden semata? Jangan lupa tanggal 17 April besok tenggelamkan mereka dengan memilih pemimpin yang terbaik bagi bangsa.

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.