Situasi Politik Menjebak FPI Sebabkan Rizieq Shihab Kalah Banyak!

POLITIKVIRAL.COM – Santernya orang-orang ramai ikut menandatangan petisi “Stop Ijin FPI” di change.org adalah bukti bahwa Indonesia tidak menghendaki lagi organisasi kemasyarakat yang justru sering menimbulkan keresahan masyarakat karena aksi ulah mereka.

(Untuk menandatangani petisi, klik link ini : https://www.change.org/p/menteri-dalam-negeri-stop-ijin-fpi-bf705a0a-97bb-41be-99d1-d604b5ce919a)

Ketua Umum FPI bilang yang ingin stop FPI adalah orang-orang yang suka maksiat? Ah dia rupanya lupa, kalau maksiat itu tidak terjadi, Rizieq Shihab hari ini pasti masih ada di Petamburan.

Terlepas dari urusan dukung mendukung para calon presiden, sejak berdirinya FPI, kesan yang mereka tampilkan adalah wajah preman. Dengan seragam putihnya, para laskar FPI yang kebanyakan adalah pengangguran seketika merasa terangkat derajat dan nyalinya hingga mereka menjadi sangat berani untuk melakukan kebrutalan di tengah masyarakat seperti mensweeping dan mensidak tempat-tempat hiburan atau rumah makan.

Tak hanya para laskarnya saja, setiap orang yang mengaku menjadi anggota FPI, selalu memiliki kesamaan atau one thing in common. Mereka adalah orang-orang yang fakir nalar, fakir percaya diri dan fakir Ilmu agama Islam. Hingga ketika dinyatakan menjadi anggota FPI, rasa bangga yang muncul mampu melebihi dan membohongi realita yang ada. Dengan kata sederhananya, orang yang menjadi anggota FPI suka jadi ke-pede-an.

Tidak salah sebenarnya jika FPI berhasil menanamkan kepercayaan diri pada anggotanya. Yang jadi masalah adalah kepercayaan diri itu sudah sangat melampaui batas. Bahkan seperti sedang menyamakan diri mereka setinggi para ulama dunia. Bahkan Rizieq Shihab yang mengaku keturunan Rosulullah SAW saja, bersikap seakan Rosulullah adalah ayahnya. Sikapnya sama lah dengan Tommy Soeharto muda,ngejago mentang-mentang bapaknya menjadi Presiden Indonesia.

Saking ke-pede-annya seorang Rizieq Shihab, dalam keadaan di exiled di Arab Saudi seperti sekarang saja, dirinya masih saja berkoar-koar, mengancam-ancam, berkata-kata seakan Presiden Jokowi berderajat lebih rendah dari dirinya.

Mungkin di mata Rizieq Shihab, Jokowi dipandang sebagai orang yang curang. Tapi dimata umat di dunia, kita semua memandang, Rizieq Shihab lari ke Arab Saudi karena telah berjinah dengan Firza. “Saya gempur semalaman sampai dia ampun-ampunan, Kak Ema….!” Mana yang lebih hina??

Allah Maha Besar, Maha Adil, Maha Mengetahui… Tapi tidak Rizieq Shihab.

Menghadapi krisis eksistensi yang melanda FPI, Rizieq Shihab melalui tangan-tangan kanan dan kirinya tetap berusaha tampil dipanggung politik Indonesia.

Jujur, saya acungi jempol untuk hal yang satu ini.

Dengan bermodalkan agama Islam sebagai alat dongkrak mereka, FPI mampu membuat Prabowo lupa (baca: tertipu) bahwa FPI itu hanya sebuah organisasi kemasyarakatan yang seharusnya tak memiliki kepentingan dengan perpolitikan.

FPI hutang budi besar sekali pada Ahok yang sudah membuka lubang kejayaan hingga FPI bisa terlibat sedemikian dalam di panggung politik Indonesia. FPI hutang budi pada HTI karena dibredelnya HTI, FPI menjadi tumpuan dan pelabuhan mantan-mantan HTI. FPI harus berterima kasih pada kebodohan Prabowo – Sandi, karena sekarang panggung politik Prabowo-Sandi dikuasai oleh FPI.

Tapi jangan salah… Tak peduli seberapa besar riak-riak dan gelombang yang diciptakan oleh FPI, dia tetap hanya sebuah organisasi kemasyarakatan yang tak memiliki hak untuk berpolitik.

Walhasil, keringat FPI dinikmati oleh PKS. Ketika FPI berhasil membuat rakyat Indonesia tergugah untuk mendukung Prabowo di Pilpres, dan harus memberikan suaranya di Pileg, maka PKS menampung semua suara rakyat itu dan berhasil menaikan persentasi PKS.

Namun, politik tetap politik. Setelah mendapatkan seluruh keuntungan dari Pileg 2019, PKS langsung menyatakan bahwa tagar #2019GantiPresiden sekarang Haram. FPI tak rela karena tanpa tagar milik PKS, panggung mereka bisa sepi. Rizieq Shihab pun langsung meluncurkan tagar baru #2019Presiden Prabowo. Katanya biar semangat gerakan 2019 ganti presiden tak padam.

Rizieq Shihab dan FPI nya menyerang dan memaksa mendorong Jokowi untuk keluar dari panggung politik Indonesia, sampai pada titik yang sangat krusial. Eggy Sudjana sebagai dedengkot FPI menyerungkan People Power sampai akhirnya dia dilaporkan. Begitu juga dengan Bachtiar Nasir.

Tapi… seperti saya bilang di atas, Allah Maha Besar, Maha Adil, Maha Mengetahui… Tapi tidak Rizieq Shihab. Dia tidak tahu bahkan lupa kalau ijin organisasi FPI akan segera berakhir dan perlu diperbaharui. Atau FPI kehilangan segalanya.

Tapi siapa yang mengeluarkan ijin untuk bisa berorganisasi ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah pemerintah Indonesia. Pihak yang selalu menjadi sasaran serang FPI!!! Ah dasar pecundang!!!

Apa jadinya jika RIzieq Shihab tanpa FPI??? Selama dua tahun terakhir ini, FPI sudah berjalan terhuyung-huyung tanpa Rizieq Shihab. Sebentar lagi kita akan melihat Rizieq Shihab akan kehilangan FPI. Apalagi petisi yang dikeluarkan oleh change.org sampai saat ini sudah mencapai 165.000 lebih dari 200.000 tandatangan yang dibutuhkan.

Pemerintah Indonesia bisa dengan sangat mudah menolak perpanjangan ijin FPI dengan alasan permintaan Rakyat Indonesia. Dan sebelum petisi ini diterbitkan, beberapa kota di Indonesia juga sudah melakukan penolakan terhadap FPI.

Tahun 2019 semoga benar-benar menjadi tahun kemenangan Indonesia. Dan menjadi tahun matinya organisasi FPI!!!!

Oleh:  Erika Ebener

Sumber: https://seword.com/politik/situasi-politik-menjebak-fpi-rizieq-shihab-kalah-banyak-_UlQU89NY

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.