Setan Gundul Sang Pengendali Boneka Prabowo

POLITIKVIRAL.COM – Pemilu 2019 sudah lewat dan KPU masih bekerja keras menyelesaikan hitungan nasional sebelum tanggal 22 Mei 2019 nanti. Walau hitung manual belum selesai banyak yang sudah puas dengan hasil Pemilu yang hanya melihat hasil Quick Count saja.

Menurut lembaga QC yang bersangkutan tingkat margin error-nya sangat rendah. Maka kemungkinan perbedaan hitung manual KPU dengan hasil QC sangat kecil. Namun ternyata masih ada saja pihak yang tak percaya dengan hasil Quick Count dan malah menganggap QC merupakan usaha penggiringan opini.

Hal ini disampaikan oleh kubu 02 dari paslon Prabowo-Sandi yang menolak hasil QC dan mengatakan bahwa Real Count internal milik BPN yang asli hasilnya memenangkan paslon 02 dengan angka 62%.

Dengan modal RC internal itulah Prabowo bersama BPN melakukan deklarasi kemenangan kepada pendukungnya. Ternyata perbuatan Prabowo dan BPN tersebut menimbulkan ketegangan sendiri diantara partai koalisi yang lain.

Wasekjen partai Demokrat Andi Arief melayangkan kritik dan protes melalui postingannya di Twitter. https://twitter.com/AndiArief__/status/1125202060239036416

Dirinya mengatakan bahwa Prabowo saat ini sedang dikendalikan oleh orang yang disebut sebagai “Setan Gundul”. Si setan gundul ini bertindak dibalik layar mengendalikan Prabowo dan BPN dalam bertindak termasuk adanya klaim bahwa Prabowo-Sandi menang 62%.

Klaim kemenangan inilah yang membuat Prabowo berani mengadakan deklarasi kemenangan didepan orang banyak selama beberapa kali pasca Pemilu 2019. Menurutnya setan gundul ini sangat menyesatkan karena bukan bagian dari koalisi Adil dan Makmur namun gerak geriknya terlalu dipercaya dan dituruti oleh Prabowo.

Setan gundul ini juga membuat orang-orang BPN tidak mempercayai QC lembaga independen dan RC KPU serta menuduh pemerintah berbuat curang karena paslon 02 kalah dan meyakinkan bahwa RC internal BPN yang benar.

Orang yang dimaksud oleh Andi Arief ini juga mencetuskan adanya Ijtima Ulama 3 kemarin yang isinya hanya Ulama-ulama 212 dan BPN yang mendukung paslon 02. Dalam ijtima ulama tersebut mereka hanya membahas seputar Pemilu dan kecurangan yang ada di dalamnya.

Berarti Ijtima Ulama 3 tersebut merupakan agenda politik seputar pilpres yang ditutupi dengan wajah agama dan ulama. Hal-hal itulah yang membuat koalisi adil makmur 02 mengalami keretakan karena Prabowo sudah tak bisa diajak sejalan lagi oleh koalisi dan lebih memilih mengikuti jalan setan gundul tersebut.

PAN yang mulai merasa aneh dengan Prabowo dan BPN pasca pemilu melalui Zulkifli Hasan menemui Jokowi di Istana dan seperti mengisyaratkan untuk keluar dari koalisi. Sejalan dengan PAN partai Demokrat mengikuti jejaknya dengan mengirim AHY sebagai perwakilan Demokrat ke Istana untuk bertemu dengan Jokowi.

Selain itu Andi Arief dalam postingan yang sama juga mengancam keluar koalisi jika benar Prabowo masih menuruti setan gundul tersebut. https://twitter.com/AndiArief__/status/1125204877712416769

PKS walau tidak menunjukkan tanda-tanda hengkang memilih diam dan tak ikut campur dengan apa yang Prabowo dan BPN lakukan bahkan menurut PKS mereka percaya akan QC lembaga independen dan menunggu hasil dari situng KPU selesai dilakukan.

Bahkan kemarin Mardani Ali Sera mengumumkan bahwa gerakan tagar #2019GantiPresiden haram diucapkan dan dilakukan karena pemilu telah usai. Mengagetkan jika melihat partai koalisi bertindak berlawanan dengan apa yang Prabowo dan BPN lakukan.

Jika sudah seperti ini bukankah terlihat sekali bahwa ada hal aneh yang terjadi dalam tubuh koalisi Adil Makmur dimana seharusnya mereka berjalan ke satu arah politik namun kenyataan berjalan ke berbagai arah politik. Maka timbul pertanyaan besar, siapakah setan gundul yang dimaksud oleh Andi Arief tersebut?

Pastilah dia orang yang sangat berpengaruh karena bisa membuat Prabowo dan BPN menuruti kata-katanya mulai dari klaim kemenangan 62%, deklarasi kemenangan secara publik, menuduh KPU curang dan lembaga QC independen melakukan penggiringan opini, lalu mengadakan Ijtima Ulama 3.

Dan yang terakhir yang lebih parah bisa membuat Prabowo curhat soal kecurangan pada media asing padahal sikap tersebut sama saja mempermalukan nama negara pada dunia internasional.

Mari kita tunggu apa yang akan setan gundul tersebut lakukan saat pengumuman resmi KPU soal pilpres keluar apakah menempuh jalur hukum lewat MK atau malah memperburuk keadaan dengan ancaman “People Power” yang digembor-gemborkan kemarin.

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.