Sel ISIS di Yogyakarta Bumi Hanguskan Tradisi Keraton

POLITIKVIRAL.COM – Sedekah laut batal digelar di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul setelah diintimidasi kelompok Islam radikal. Puluhan massa merusak properti sedekah laut. Mereka juga membawa spanduk yang bertuliskan sedekah laut syirik.

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4258338/siapa-kelompok-yang-bubarkan-tradisi-sedekah-laut-bantul

Pelaku perusakan properti sedekah laut ini merupakan sel ISIS yang sudah berafiliasi dengan kelompok intoleran Bantul, Front Jihad Islam (FJI).

FJI merupakan kelompok radikal lokal  yang kerap kali melakukan aksi pembubaran acara yang menurut mereka musyrik di DIY. Mereka pun sering melakukan berbagai macam kasus kekerasan, contohnya pembubaran kegiatan bakti sosial dan penyerangan gereja di Bantul.

Sumber : http://medan.tribunnews.com/2018/01/30/ormas-islam-bubarkan-bakti-sosial-gereja-katolik-di-bantul

Gerakan radikalisme ala FJI memiliki pola sama dengan ISIS. Mereka memiliki sifat intoleransi tinggi, serta main hakim sendiri terhadap suatu kegiatan atau gerakan yang menurut mereka bertentangan dengan syariat Islam.

Gerakan FJI itu mirip pola ISIS, suka merusak budaya lokal. Ini artinya gerakan FJI sudah terinfeksi pengaruh ISIS. Ormas-ormas radikal semacam FJI bagaikan ladang subur bagi kombatan ISIS. Jogja telah menjadi habitat ISIS paling nyaman di Indonesia.

Kejadian pembubaran sedekah laut di Bantul, merupakan peringatan bagi masyarakat bahwa ISIS telah mulai masuk wilayah DIY. Populasi ISIS di daerah ini sudah  berkembang pesat.

Perusakan sedekah laut ibarat sinyal untuk mengundang ISIS masuk Yogyakarta. Di DIY lah mereka bisa berkembang karena bisa diterima kelompok Islam radikal lokal semacam FJI.

Kombatan ISIS di DIY sangat solid. Mereka sering menggelar pertemuan, dan berkunjung ke kombatan ISIS yang sekarang ditahan di Lapas Wirogunan, Yogyakarta. Di Lapas Wirogunan ada tiga napi terorisme. Akhir-akhir ini berbagai kalangan sering menjenguk ketiga napi tersebut. Kajian ideologi ISIS terkonsolidasi di Lapas Wirogunan.

Sumber : http://mediaindonesia.com/read/detail/123253-tiga-napi-teroris-lapas-wirogunan-tolak-nkri-dan-pancasila

Sel-sel ISIS di DIY dipastikan sudah menyebar ke berbagai lini. Sumber terpercaya, sel ISIS memiliki profesi sangat beragam. Ada wiraswasta, ojek online, pegawai pemerintah, hingga guru madrasah.

Terkini sel ISIS sudah diterima dengan tangan terbuka oleh kerabat Keraton Yogyakarta. Khususnya mereka yang berselisih dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sel ISIS ini bagaikan peluru untuk melawan kekuasaan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Konflik keraton ini ternyata jalan mulus untuk ISIS.

Perusakan sedekah laut ini semacam permulaan saja. Kelak mereka akan menggempur keraton, ketika saatnya tiba. Terutama saat Sri Sultan Hamengku Buwono X mangkat. Seluruh keluarganya bakal diusir keluar dari keraton. Satu di antara tema yang disiapkan adalah isu intoleran. Sel ISIS disiapkan sebagai tentara syariat untuk mengubur dinasti Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kita tahu bahwa Sabda Raja yang berisi tentang penggantian nama Buwono menjadi Bawono, penghapusan nama khalifatullah, mengganti penyebutan sedasa dengan sepuluh, dan mengubah isi perjanjian pendiri Mataram, telah membakar emosi kerabat keraton. Perebutan kekuasaan di internal keraton ini habitat paling nyaman bagi ISIS.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1059225/polemik-sabda-raja-sultan-hb-x-3-tahun-kerabat-keraton-berseteru

Sel ISIS masuk ke keraton melalui ormas Islam radikal. Penyebarannya dilakukan melalui dakwah, ceramah, dan kajian di masjid-masjid Pathok Negoro, sebuah masjid yang menjadi batas-batas Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Hal ini dilakukan agar aksi yang mereka lakukan di Yogyakarta dapat berjalan lancar. Satu sisi mereka bisa menyiarkan ajaran intoleran, di sisi lain investasi untuk membangun kekuatan menjelang kisruh internal kerajaan.

Tak hanya di lingkaran kerajaan, ISIS juga berhasil masuk dalam jaringan organisasi Islam besar di Indonesia yaitu Muhammadiyah. Organisasi ini juga mulai terindikasi pecah karena ketokohan Amien Rais.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-4045134/amien-yakin-allah-lengserkan-jokowi-muhammadiyah-tidak-etis

Amien Rais menggunakan nama Muhammadiyah untuk kepentingan politiknya sendiri, dan membuka pintu masuk ISIS ke Yogyakarta. Amien Rais selama ini dikenal dekat dengan kelompok Islam radikal, senada dengan PKS dan organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4167459/spanduk-pks-hti-dukung-2019gantipresiden-mejeng-di-bandung

Bersama mereka ada Presidium Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPFU). Hal ini semakin memudahkan mereka untuk masuk dan menyebarkan jaringannya ke Yogyakarta. Tidak heran jika momentum pilihan presiden bergaung gerakan ganti sistem Pancasila menjadi Khilafah.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180828082431-32-325400/hti-respons-soal-panji-khilafah-dalam-aksi-2019gantipresiden

Fakta ISIS sudah menyebar di DIY ini petanda gerakan Islam radikal yang mengancam kebudayaan, Pancasila, dan NKRI, sudah tumbuh subur. DIY tempat paling nyaman untuk penyebaran ISIS. Aksi intoleran yang selalu sukses di DIY ini ibarat undangan bagi kombatan ISIS untuk bergabung,

Sumber : https://www.dennysiregar.com/2018/10/tragedi-larung-laut-bantul-ada-yang.html?m=1

Masyarakat mesti mulai teliti melihat penyebaran jaringan ormas radikal di DIY. Kasus pembubaran sedekah laut merupakan sinyal bahwa mereka mulai keluar permukaan untuk bergerak. Selamat datang ISIS DIY. Selamat bekerja Polri dan TNI ! (*)

Hits: 0

2 Comments
  1. EllAlgomy 2 months ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *