Prabowo Termakan Jebakan Suparman

POLITIKVIRAL.COM – Semakin mendekati hari pengumuman pemenang Pilpres 2019, situasi politik Indonesia semakin terasa memanas.

Kubu Prabowo sejak dari sebelum hari pencoblosan sampai sekarang, terus melakukan serangan-serangan dalam upaya merongrong KPU untuk menghentikan perhitungan dan menuntut KPU untuk mengakui kemenangan Prabowo.

Serangan Kubu Palson nol dua ini dilakukan mulai dari sidak emak-emak ke gudang KPU sampai orasi-orasi tokoh-tokoh menghasut rakyat untuk melakukan makar.

Di sisi lain, Pemerintahan Jokowi bersama TKN dan KPU berusaha menahan semua serangan demi menjaga proses perhitungan suara agar terus berjalan dengan lancar.

Seruan ulama Ijtima III ditolak mentah-mentah oleh KPU. Pernyataan Hendropriyono yang ditujukan khusus bagi kelompok WNI keturunan Arab yang rutin memprovokasi tentang revolusi, berhasil menjebak Prabowo hingga dirinya terpancing untuk mengeluarkan sebuah komentar pembelaan. Prabowo masuk jebakan Superman.

Dengan Prabowo mengaku merasa tersudut dengan adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh Hendropriyono, artinya, Prabowo memang menggantungkan usaha kemenangan dia pada aksi people power.

Seruan ulama Ijtima III ditolak mentah-mentah oleh KPU. Pernyataan Hendropriyono yang ditujukan khusus bagi kelompok WNI keturunan Arab yang rutin memprovokasi tentang revolusi, berhasil menjebak Prabowo hingga dirinya terpancing untuk mengeluarkan sebuah komentar pembelaan. Prabowo masuk jebakan Superman.

Dengan Prabowo mengaku merasa tersudut dengan adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh Hendropriyono, artinya, Prabowo memang menggantungkan usaha kemenangan dia pada aksi people power.

Padahal, pernyataan Hendropriyono tak ada sangkut pautnya sedikitpun dengan kubu Prabowo. Secara eksplisit, Hendropriyono melemparkan peringatan keras dengan menyebut nama “Rizieq Shihab dan orang-orang yang memprovikasi untuk revolusi” dan tidak sedikitpun menyinggung nama Prabowo ataupun Kubu 02. Bahkan Hendropriyono menjelaskan kedudukan WNI keturunan Arab di Indonesia.

Serangan balik dari kubu pemerintah tak hanya berhenti sampai di pernyataan Hendropriyono saja, penetapan Bachtiar Nasir dan Eggi Sudjana adalah dua pukulan knock out bagi kubu Prabowo sebelumnya dan lagi-lagi, Prabowo terpancing untuk mengomentarinya.

Padahal, baik kasus Bachtiar Nasir maupun kasus Eggi Sudjana, keduanya adalah murni kasus pidana, hanya timingnya saja yang dimainkan.

Sebagian orang mengira bahwa penetapan Bachtiar Nasir dan Eggi Sudjana sebagai tersangka adalah sebuah langkah yang salah. Karena kedua hal ini, katanya, justru akan menambah panas situasi politik Indonesia.

Namun saya tidak melihatnya demikian. Dua kasus dinaikkan statusnya menjadi tersangka adalah sebuah peringatan bahwa Pemerintah akan benar-benar memproses kasus orang-orang yang berusaha mengganggu ketenangan kehidupan berbangsa, merongrong pemerintah dan mempersulit jalannya perhitungan suara. Dan semuanya adalah elit dan pendukung kubu Prabowo.

Selama hampir 5 tahun, Jokowi dan pemerintahnya hampir tidak pernah melakukan perlawanan setiap kali Prabowo dan antek-anteknya menyerang. Tapi sekarang, 13 hari menuju hari penetapan pemenang, saya yakin makin banyak elit-elit politik kubu Prabowo berguguran karena sepak terjang mereka dilaporkan ke kepolisian.

Sebut saja yang sekarang sedang antri menunggu panggilan polisi, Amien Rais, Zein Kivlen, Permadi, belum lagi emak-emak yang masuk ke gudang KPU tanpa ijin, mereka juga bisa dikasuskan karena ada pasalnya dalam KUHP kita.

Rakyat pendukung Prabowo dan bahkan Prabowo sendiri boleh dan sah-sah saja menuduh telah terjadi kriminalisasi, namun setiap orang yan dianggap kriminal oleh negara juga diberikan hak membela diri. Jika pembelaan mereka mampu mematahkan tuduhan yang dilayangkan, artinya apa yang dituduhkan “kriminalisasi terbukti benar. Tapi saya 120 persen, mereka tidak akan bisa mematahkan semua tuduhan.

Pun dengan masuknya pasukan TNI dan Brimob ke Jakarta, ini juga memancing kubu Prabowo untuk berkomentar. Dari sini, sangat terlihat jelas mereka sangat kaget, shock, tak menyangka bahwa akhirnya Pemerintah Jokowi menanggapi secara serius setiap ancaman yang mereka lemparkan.

Mau menjajal kekuatan dan kemampuan TNI dan Polri??? Ayo lakukan People Power!! Saya meyakini, jangankan Prabowo, Zein Kivlen saja tak akan berani melakukan apa yang direncanakan. Apalagi hanya seorang Permadi.

Apa salahnya bersiap siaga? Sedia payung sebelum hujan adalah nasehat dari para orangtua dan itu yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Semakin mendekat hari-H, tanggal 22 Mei 2019, semakin pemerintah mengetatkan pengawasan dan pengamanan. Rakyat yang katanya mendukung aksi revolusi, hanya akan berani jika didukung oleh seluruh Partai Politik yang ada, seperti kejadian di tahun 1998. Jika hanya didukung oleh Gerindra dan 212, rakyat akan berpikir sepuluh kali untuk melangkah menuju revolusi.

PKS sudah tidak mau cape lagi, mereka sedang menikmati masa liburan karena apa yang ditargetkan sudah tercapai. Demokrat sudah mulai merasa muak dengan semua aksi melempar deklarasi menang tetapi sembunyi tangan. PAN sudah tak mampu lagi bersuara. Sementara 212 sedang gemetaran setelah menerima peringatan dari Wiranto, Hendropriyono, Ryamizard Rycudu, Tito Karnavian dan Hadi Tjahjanto.

Akhirnya suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, Prabowo akan dipaksa untuk berdiam dan menerima kekalahan atau pemerintah akan membongkar semua kasus-kasus pidananya. Jangan belagu, jika tangan masih penuh dengan kotoran.

Indonesia sudah cukup tenang dan bangga dengan pembangunan yang dilakukan oleh Jokowi. Rakyat sudah muak dengan semua akal bulus Prabowo untuk bisa berkuasa. Dan penetapan tersangka atas Bachtiar Nasir dan Eggi Sudjana hanyalah sebuah peringatan.

Indonesia terlalu baik hati pada mereka. Tapi kesabaran pasti ada batasnya. Dan jangan terus memaksa. Ingat, TNI kita adalah satu dari yang terbaik di dunia. Prabowo tidak bisa menutup mata pada fakta tentang TNI kita.

Oleh : Erika Ebener

Sumber : https://seword.com/politik/analisa-politik-prabowo-termakan-jebakan-suparman-NUcrUjF-q

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.