Fakta Ini Membuktikan Peretas Website KPUD Padang Lawas Relawan GMP Pendukung Prabowo-Sandiaga


POLITIKVIRAL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan lembaga independen negara yang bertugas mempersiapkan, memfasilitasi, mengawasi, dan memutuskan jalannya pesta demokrasi 5 tahunan, yakni pemilihan umum (Pemilu).

Sebagai lembaga independen, KPU punya tugas berat yakni mengakomodasi kepentingan pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) yang adil dan transparan.

KPU wajib menjadi lembaga independen, netral dan tidak memihak. Selain sikap netral, KPU juga wajib didukung sistem teknologi yang mumpuni. Database KPU harus dijamin keamanannya.

Jangan sampai ada tindak kecurangan yang bisa membuat jalannya pemilu dan pilpres berlangsung sangat buruk.

Narasi terkait tanggung jawab KPU tersebut di atas semua partai politik sangat paham. Bahkan, saking pahamnya, elit politik sering menjadikan KPU sebagai sasaran tembak demi kepentingan tertentu.

Cara politisi melemahkan KPU adalah melakukan hal-hal yang menunjukkan lembaga ini tidak kredibel dan profesional. Maka, elit politik nasional, semisal Amien Rais, sempat mengancam KPU agar tidak macam-macam selama tahapan Pilpres 2019.

Upaya mendiskreditkan KPU ini selalu saja ada. Terakhir, website resmi KPUD Padang Lawas, Sumatera Utara, diretas oleh seseorang yang mengaku anggota Garda Muda Prabu (GMP). Dalam aksinya, mereka memasang gambar berisi tulisan mengenai Jargon PKI milik Karl Marx dan tokoh PKI Indonesia DN Aidit. PKI adalah citra yang disematkan kepada capres petahana, Joko Widodo alias Jokowi.

GMP adalah pendukung capres Prabowo Subianto yang sangat aktif di dunia maya. Urusan mem-bully Jokowi, anggota GMP ini  sangat jago sekali. Merekayasa foto hingga video untuk mempengaruhi netizen.

Kali ini, GMP menyasar KPU untuk menunjukkan pada rakyat Indonesia, bahwa lembaga penyelenggara Pemilu tersebut sangat lemah. Sistem keamanan digital yang sangat lemah dan mudah dibobol sangat membahayakan hasil Pemilu.

Sangat dimungkinkan, tujuannya mereka meretas website KPU adalah meyakinkan masyarakat agar percaya bahwa sistem keamanan KPU buruk. Mereka menginginkan rakyat tidak percaya KPU.

Fakta sistem keamanan digital KPU buruk ini selanjutnya akan dikapitalisasi untuk menyebar kebohongan, bahwa KPU curang, berpihak kepada penguasa. Dengan demikian, harapan mereka adalah rakyat bisa diprovokasi dan dipengaruhi untuk meraih kemenangan Pemilu.

Peretasan website KPU ini hanya tahap awal mereka dalam upaya memanipulasi hasil Pemilu. Ketika mereka berhasil membuktikan sistem keamanan digital KPU lemah, maka kubu 02 suatu hari lagi akan lebih leluasa mengklaim kemenangan.

Kemungkinan, yang terjadi misalnya seperti ini, ketika paslon 02 kalah versi KPU, mereka akan manuver untuk membuktikan ada kecurangan.

Mereka akan menunjukkan data kemenangan palsu versi manual mereka, sebagai pembanding. Skenario terburuknya, jika hasil akhirnya kalah versi KPU, mereka akan berontak dan minta ada pengulangan Pemilu karena ada temuan kecurangan.

Penghitungan suara versi KPU akan dihantam dengan bukti-bukti kelemahan database digital yang berhasil diretas. Dengan cara itulah mereka membuat framing seakan-akan paslon 02 dicurangi.

GMP ini memang sangat berbahaya. Meski gerakannya senyap, kelompok ini termasuk penentu bagi kemenangan bagi pasangan Prabowo-Sandiaga.

Cuma yang menjadi hambatan, ternyata tidak semua relawan GMP senang dengan upaya peretasan website KPU. Pasca-peretasan website resmi KPU terungkap publik, malah ada masalah baru dari internal GMP sendiri.

Berdasarkan informasi yang layak dipercaya, ada konflik di internal GMP. Pasca-peretasan KPU, GMP pecah menjadi dua kubu. Pertama; kelompok relawan GMP dari ekosistem pro-NKRI. Kelompok ini tidak setuju gerakan meretas website KPUD Padang Lawas, karena meretas website KPUD bentuk pengkhianatan terhadap negara.

Kedua; kubu relawan GMP anti-NKRI, anti-Pancasila. Kelompok ini merupakan kumpulan aktivis berlatar belakang HTI dan alumni 212. Kelompok kedua ini sangat mendukung peretasan website KPU. Kelompok ini memang memiliki strategi khas, yakni membuat kekacauan untuk merebut kemenangan.

Perpecahan di tubuh GMP ini pun sempat menyebabkan database rahasia diungkap ke publik oleh oknum relawan pro-NKRI. Konflik di tubuh GMP menunjukkan kecerobohan dan kebodohan koordinasi antaranggota.

GMP terbukti tidak solid. Mereka melakukan operasi digital secara sembarangan dan membabi buta. Keputusan menyerang KPUD adalah hal bodoh.

Rentetan konflik pasca-peretasan website KPU menunjukkan GMP perlu dipantau oleh publik. Jangan sampai publik percaya begitu saja dengan manuver-manuver GMP. Kita berharap, relawan yang meretas website KPUD Padang Lawas segera meminta maaf! (*)

Rentetan konflik pasca-peretasan website KPU menunjukkan GMP perlu dipantau oleh publik. Jangan sampai publik percaya begitu saja dengan manuver-manuver GMP. Kita berharap, relawan yang meretas website KPUD Padang Lawas segera meminta maaf! (*)

Sumber:

https://twitter.com/rudiantarapamb/status/1093704907444543496 z

https://twitter.com/HudanUjank/status/1092736829281849344 z

https://twitter.com/HudanUjank/status/1092740405223780352  z

https://twitter.com/DaniZaenal4/status/1092738971853942784 z

https://twitter.com/IwanSet11570177/status/1092737636215615488 z

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.