Berbagai Interpretasi Ahok Gabung PDIP, Membaca Tujuan Besarnya


POLITIKVIRAL.COM – Sebenarnya saya tak ingin lagi memakai kata Ahok, berhubung setelah bebas murni pada 24 Januari 2019 si empunya nama ingin dipanggil BTP (Kependekan dari Basuki Tjahaja Purnama). Namun entah kenapa media masih sering menuliskan kata Ahok daripada BTP.

Sejak namanya mulai meroket dan terus jadi sorotan media, BTP memang terkenal sangat mencintai dunia politik. Dengan mantan isterinya Veronica Tan, sempat muncul kabar bahwa BTP diminta tak usah lagi terjun ke politik setelah bebas dari penjara. Hanya saja sebelum BTP bebas, dia dan isterinya sudah keburu bercerai.

Seperti kita tahu BTP tersangkut kasus penistaan agama dan dihukum dua tahun penjara. BTP dinyatakan bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Perihal jalan politik yang dipilih BTP, kita tahu bahwa dulu dia sering bercerita tentang bapaknya yang sering memberi nasehat.

“Jika ingin membantu banyak orang, jadilah pejabat, karena dengan jadi pejabat kita bisa menggunakan seluruh instrumen negara untuk kepentingan orang banyak. Sementara kalau menolong langsung kemampuan kita terbatas”.

Kurang lebih begitulah nasehat yang diterima BTP sehingga dia memutuskan untuk meniti karir politik. Memulai karir politik sebagai anggota legislatif di kota Belitung Timur, karir politik BTP melesat saat menjadi wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo yang kala itu menjabat sebagai Gubernur.

Setelah bebas dari penjara banyak prediksi BTP akan vakum cukup lama dalam perpolitikan tanah air. Dalam beberapa pernyataan bahkan dia mengucapkan ingin seperti Hotman Paris, bisa bebas membantu orang.Kita tahu Hotman Paris kini terkenal dengan perjuangan hukumnya di kopi Johny.

Hal ini dibuktikan lewat langkahnya membuat channel youtube. Baru beberapa hari dibuat channel yang bernama Panggil Saya BTP ini sudah memiliki subscriber hampir satu juta. Banyak pihak mengatakan ini merupakan pertumbuhan channel youtube tercepat di Indonesia. Padahal ketika itu channel tersebut masih memiliki satu video.

Videonya menceritakan pelajaran yang didapat BTP saat berada di dalam penjara.Sekarang sudah ada tiga video, dan dalam video ketiganya BTP turut mencari kamera dan mempelajari teknik membuat video yang bagus. Ingin jadi apapun kelak, memanfaatkan youtube sebagai media komunikasi sudah tepat.Karena youtube termasuk platform yang pertumbuhannya paling cepat, juga kini digandrungi seluruh kalangan.Dari anak kecil sampai orang tua.

Dikira akan fokus dulu liburan dan ngeyoutube namun hari ini BTP sudah membuat kejutan baru dengan bergabung menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pertemuan dan peresmian dilakukan di Bali, bersama wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Dewan Pertimbangan PDIP Bali I Nyoman Adi Wiryatama, dan sekertaris PDIP Bali I Gusti Ngurah Jaya Negara. Pertemuan dilangsungkan sekitar pukul 17:00, dan tak berapa lama BTP sudah keluar mengenakan jaket PDIP.

Beberapa tokoh merespon bergabungnya BTP ke PDIP. Antara lain Cawapres Sandiaga Uno yang tetap dengan ciri khas tutur kata santunnya, “Selamat dan mendoakan yang terbaik,” ujar Sandiaga di kediaman Adhyaksa Dault, Jl Pengadegan Selatan, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019). Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal pun memberikan ucapan selamat atas bergabungnya BTP ke PDIP. 

Sedangkan Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay menilai tak ada yang spesial dengan bergabungnya BTP ke PDIP. Lalu apa sebenarnya agenda besar dibalik bergabungnya BTP ke PDIP.

Untuk BTP sendiri bisa jadi ini adalah tanda bahwa dia akan kembali terjun ke dunia politik. Salah satu posisi yang paling diunggulkan untuk BTP adalah gubernur. Sempat ramai di media sosial, bagaimana netizen berharap agar BTP memimpin daerah mereka jika kelak kalah pada pilgub DKI Jakarta.

Sampai saat ini BTP masih punya nilai jual yang tinggi. Apalagi ada perubahan mendasar pada sikapnya yang lebih kalem dan juga bicaranya yang tak sefrontal dulu.Dia sendiri mengatakan, jika waktu bisa diputar dia akan tetap memilih untuk kalah pada pilgub DKI Jakarta. 

Jika menang pada pilgub DKI Jakarta dia akan tetap arogan dan hanya berkuasa atas banyak orang selama lima tahun. Namun kekalahannya di Pilgub DKI Jakarta mengajarkannya untuk menguasai diri seumur hidupnya.

Jadi untuk BTP sendiri, PDIP sudah menjadi kapal utamanya dalam perpolitikan tanah air. Sial bagi Gerindra yang menampung BTP saat masih liar-liarnya, di PDIP kini BTP sudah jinak dan saya yakin lebih bisa bekerja sama dengan orang lain.

Saya sendiri sempat berpikir bahwa langkah BTP ke PDIP bisa saja merugikan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Mengingat sosok BTP yang dipidana karena dianggap menista agama dan juga adalah tokoh minoritas. Kita tahu tak sedikit orang yang memainkan isu agama dan ras dalam perpolitikan kita dewasa ini.

Apalagi sempat terjadi perselisihan antara BTP dan Ma’ruf amin yang kala itu menjadi saksi ahli sehingga BTP pun divonis dua tahun penjara. Tapi itukan sisi negatifnya.

Dikatakan BTP juga bukanlah pengurus di PDIP. Artinya BTP dapat digunakan sebagai simbol untuk mendongkrak suara milenial. Tak dipungkiri sangat banyak kaum milenial, dari artis, youtuber, stand up comedian, hingga masyarakat biasa yang mengidolakan BTP. Sekalipun tak diadukan secara head to head sosok BTP sepertinya lebih efektif untuk menjaring kawula muda dibandingkan simbol “santri milenial” yang melekat pada diri cawapres Sandiaga Uno.

Bergabungnya BTP ke PDIP juga seperti obat untuk pendukung Jokowi yang sempat kecewa atas gagalnya Mahfud MD menjadi cawapres pada pilpres 2019 ini. Di kubu sebelah ada Rocky Gerung yang punya fans cukup banyak.Kita kenal Rocky Gerung adalah pengkritik keras pemerintahan Joko Widodo.

Karena punya banyak pengikut Rocky Gerung dapat menjadi opinion leader untuk mengarahkan suara pemilih. Maka sosok BTP saya lihat cukup kuat untuk melawan pengaruh pendukung Prabowo yang punya banyak penggemar. Seperti Rocky Gerung dan Ahmad Dhani misalnya.

Jika memang ini pertimbangannya maka masuknya BTP ke PDIP sudah sangat tepat.Karena tanpa berkampanye pun kita sudah tahu bahwa BTP pasti mendukung mantan rekan kerjanya saat masih memimpin DKI Jakarta. Maka sosok BTP dapat membuat perolehan suara Jokowi-Ma’ruf semakin kuat. Salam.

Sumber : https://www.kompasiana.com/tokapelawi/5c5d9277677ffb784444f443/ahok-gabung-pdip-dan-langkah-politik-yang-terburu-buru?page=all

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *