Babak Baru Isu Website Resmi KPU Diretas

POLITIKVIRAL.COM – Isu peretasan website milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) memasuki babak baru. Setelah sebelumnya terungkap identitas pelaku peretasan, kini muncul sebuah video ancaman yang ditujukan pada pendukung capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi).

Video berdurasi 1 menit 20 detik tersebut diunggah pertama kali oleh akun @rudiantarapamb pada Kamis, 8 Februari 2019. Dalam video tersebut menampilkan seseorang berpakaian gelap dan menggunakan penutup kepala.

Tak diketahui siapa identitas orang dalam video ini, orang tersebut mengeluarkan kata-kata yang cukup kasar seperti menyebut “cebong dungu”. Cebong sendiri merupaka sebutan yang diberikan oleh kubu oposisi kepada para pendukung Jokowi.

Berdasarkan isi video ancaman tersebut, diduga si pembuat video adalah salah satu pelaku peretasan, yang sebelumnya diketahui merupakan bagian dari GMP (Garda Muda Prabu). GMP merupakan barisan relawan 02 yang sengaja dibentuk untuk menjaga keamanan 02.

Karena dalam video orang tersebut mengaku bahwa dirinya bukan hanya meretas bagian luar website namun sudah melakukan peretasan mendalam dan mengancam akan mengungkap hasil retasan mereka.

Sebelumnya memang banyak warganet yang tidak percaya bahwa website KPU mudah diretas, dan menyebutkan bahwa peretasan yg dilakukan hanya bagian luar saja. Sehingga, keluarlah video ancaman ini.

Namun jika dicermati lagi, video tersebut sebenarnya hanyalah gertakan semata sebagai bentuk kepanikan karena tak mendapat respon dari pendukung Jokowi.

GMP ini justru memperlihatkan kebodohannya sendiri, mereka tak sadar bahwa mereka sedang menghadapi tim yang lebih ahli dari mereka.

Tim GMP tak sebanding jika dibandingkan dengan tim IT dari KPU yang bertugas untuk melindungi website dari ancaman hacking seperti yang dilakukan oleh tim 02.

Begitu kabar website resmi KPU diretas, tim IT KPU sudah langsung bergerak untuk membentengi lebih dalam website tersebut agar tak bisa dijebol. Sehingga, data dan seisinya yang berada di website tersebut tak bocor.

Kebodohan tim GMP semakin jelas ketika salah satu dalang peretasan dengan akun @opposite6890 menunjukkan sikap tak etis dalam cuitannya.

Pemilik akun tersebut terlihat geram karena dirinya dicatut dalam kasus peretasan website KPU. Bahkan dirinya menuding bahwa pelaku peretasan adalah dari pihak kubu petahana. Padahal sudah jelas-jelas pelaku adalah dari timnya sendiri.

Memang sudah bukan barang baru lagi kalau kubu oposisi hobi membuat drama mereka sendiri. Berawal dari mengaku sebagai korban fitnahan yang dilanjutkan dengan menuduh kubu lawan (pro pemerintah/petahana) sebagai pelaku.

Contoh saja hoaks Ratna Sarumpaet (RS) yang menghebohkan publik. Kubu oposisi beramai-ramai mengaku sebagai korban peganiyaan, namun setelah kepolisian melakukan penyelidikan dan terbukti tak ada tindakan kekerasan terhadap RS mereka menuding RS lah sang pembohong dan mereka berpura-pura tak bersalah.

Mereka justru menyebut RS adalah penyusup dari kubu petahana yang sengaja dikirim untuk merusak kubu mereka. Selanjutnya adalah hoaks 7 kontainer kotak suara tercoblos. Oposisilah yang pertama kali menyebarkan isu tersebut, setelah ketahuan bohong mereka tetap tak mengaku, mereka pun kembali menuduh kubu petahana yang melakukan.

Pola yang sama terus-menerus dilakukan, tak heran jika isu peretasan website KPU juga tak diakui dan menuduh petahana lah yang melakukan.

Begitulah bodohnya tim 02, sok jago tidak tahu bahwa mereka sedang menghadapi tim yang lebih berbahaya dari mereka. Semakin memperlihatkan jati diri bahwa merekalah yang dungu. (*)

Literasi:

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *