Alasan Kenapa FPI Meresahkan Masyarakat dan Layak Untuk Dibubarkan

POLITIKVIRAL.COM – Bulan Ramadhan kali ini diramaikan dengan munculnya sebuah petisi yang dibuat oleh salah seorangĀ  masyarakat. Petisi tersebut berisi permintaan kepada Menteri Dalam Negeri (mendagri) untuk membubarkan organisasi masyarakat (ormas) FPI (Front Pembela Islam).

Petisi ini menanggapi berita tentang  izin ormas FPI yang akan segera habis pada bulan Juni 2019 mendatang. Harapannya Mendagri mendengar suara masyarakat lewat petisi ini lalu menghentikan dan menolak adanya perpanjangan izin ormas yang diajukan FPI sehingga FPI bisa dibubarkan.

Masyarakat menilai selama ini FPI aktif menjadi ormas yang hanya membawa keresahan pada masyarakat saja bukan membawa kebaikan. FPI dalam aksinya meninggalkan banyak catatan buruk selama mengadakan aktivitas di seluruh daerah di Indonesia.

FPI seringkali mengadakan sweeping illegal di tempat-tempat umum, mereka merusak fasilitas umum hingga menganiaya orang sekitarnya. Berikut beberapa kasus yang pernah FPI buat di Indonesia : 

1 Juni 2008 Massa FPI menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak di sekitar Monas. Massa AKK-BB waktu itu mengalami luka-luka akibat dianiaya massa FPI.

Tidak hanya memukul orang, massa FPI juga merusak mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi tersebut. Lalu tahun 2010 FPI membubarkan secara paksa pertemuan komisi IX DPR di Banyuwangi.

FPI Banyuwangi bersama Forum Umat Beragama dan LSM Gerak membubarkan acara sosialisasi kesehatan gratis dari Komisi IX DPR karena diduga acara temu kangen anggota eks-Partai Komunis Indonesia.

Tahun 2011 Juru bicara FPI, Munarman mengancam akan menggulingkan Pemerintahan SBY jika berani membubarkan FPI. Ancaman itu dikeluarkan dalam menanggapi pernyataan Presiden di Kupang yang mengatakan.

“ormas yang terbukti melanggar hukum melakukan kekerasan, dan meresahkan masyarakat, jika perlu harus dibubarkan.”

Pernyataan itu dilontarkan tidak lama setelah tragedi penyerangan jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten. Selain itu pada tahun yang sama ratusan anggota FPI bentrok dengan anggota Polres Metro Bekasi saat menggelar unjuk rasa di depan Sekolah Yayasan Mahanaim di Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat.

Unjuk rasa itu digelar karena FPI menilai yayasan sekolah telah melakukan pemurtadan agama terhadap warga Bekasi sejak tahun 2008 silam. Dalam aksi itu, massa FPI melempari bangunan Sekolah Yayasan Mahanaim, dengan batu dan benda keras lainnya

Tahun 2012 Massa FPI Makasar merusak klenteng Xian Ma, klenteng Kwan Kong, dan klenteng Ibu Agung Bahari

Tahun 2013 FPI terlibat bentrok dengan Warga Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, ketika melakukan pawai dan razia di sejumlah lokalisasi. FPI dan warga sekitar terlibat cek-cok yang berakibat tewasnya seorang warga akibat tertabrak mobil Avanza yang dikemudikan anggota FPI.

Pada tahun yang sama pula FPI terlibat adu bacok dengan warga Desa Kandang Semangkon, Lamongan, Jawa Timur, yang diawali aksi penganiayaan anggota FPI kepada tiga orang warga di sebuah rental Playstation.

Tahun 2014 FPI mengeluarkan Maklumat Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam & Markas Daerah Laskar Pembela Islam DKI Jakarta Tentang Penolakan Pemimpin Kafir kejadian ini terjadi ketika FPI melakukan unjuk rasa menolak pengangkatan Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo.

Bentrokan yang awalnya damai, berujung rusuh yang melukai belasan anggota polisi. Kepolisian berhasil menangkap koordinator sekaligus otak kerusuhan, Novel Bamukmin, bersama 21 anggota FPI lainnya. Aksi Anarkis Massa FPI Sudah Dirancang.

Dalam acara Tolak Ahok FPI Kerahkan Massa Luar Jakarta. Aksi ini juga didukung oleh Sri Bintang Pamungkas, Eggy Sudjana, dan Faizal Assegaf

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_aksi_Front_Pembela_Islam

Kasus-kasus diatas merupakan kasus besar yang terekspose hingga media nasional mengenai kasus-kasus FPI yang meresahkan masyarakat. FPI sudah keterlaluan dalam menjalankan aksinya dari merusak fasilitas umum, menganiaya orang lain, hingga merenggut nyawa manusia.

Maka dari itulah masyarakat sepakat mengadakan dan menandatangani petisi mengenai pembubaran FPI. Masyarakat juga sudah menganggap FPI sebagai ancaman bagi kebhinekaan bangsa Indonesia karena seringkali menyerang masyarakat yang berbeda kepercayaan dengan FPI.

Bahkan partai Gerindra saja pernah mengatakan pendapat bahwa FPI harus dibubarkan karena brutal dan radikal. Maka dari itu atas berbagai macam kasus, kejadian dan pertimbangan masyarakat akhirnya bersama menyimpulkan satu suara yakni pembubaran ormas FPI dengan tidak memperpanjang izin ormas oleh Mendagri.

https://www.antaranews.com/berita/387113/fpi-brutal-dan-tak-manusiawi-kata-edhie-prabowo

https://news.okezone.com/read/2013/07/24/337/841913/brutal-gerindra-minta-fpi-dibubarkan

Maka dari itu harapannya pemerintah mendengarkan suara hati rakyat karena pemerintah merupakan perpanjangan tangan rakyat. Dan dengan ini semoga Pemerintah melalui Mendagri melakukan pembubaran FPI demi mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.